Rabu, 18 Maret 2015

Psikologi Pendidikan

Kondisi Pendidikan di Indonesia di Tinjau dari Segi Psikologis

Pendidikan mempunyai pengertian yaitu proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan, cara mendidik. Ki Hajar Dewantara, sebagai Tokoh Pendidikan Nasional Indonesia, peletak dasar yang kuat pendidkan nasional yang progresif untuk generasi sekarang dan generasi yang akan datang merumuskan pengertian pendidikan sebagai berikut: Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelektual dan tubuh anak); dalam Taman Siswa tidak boleh dipisahkan bagian-bagian itu agar supaya kita memajukan kesempurnaan hidup, kehidupan, kehidupan dan penghidupan anak-anak yang kita didik, selaras dengan dunianya (Ki Hajar Dewantara, 1977:14).

Pendidikan merupakan proses yang terus menerus, tidak berhenti. Kondisi pendidikan Indonesia saat ini sedang dalam kondisi gawat darurat. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan Indonesia menunjukkan hasil buruk. Indonesia masuk dalam peringkat 40 dari 40 negara, pada pemetaan kualitas pendidikan, menurut lembaga The Learning Curve. Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah karena nilai rata-rata kompetensi guru di Indonesia hanya 44,5. Padahal, nilai standar kompetensi guru adalah 75. Serta lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik sering kali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki siswanya.

Kelemahan para pendidik kita, mereka tidak pernah menggali masalah dan potensi para siswa. Pendidikan seharusnya memperhatikan kebutuhan anak bukan malah memaksakan sesuatu yang membuat anak kurang nyaman dalam menuntut ilmu. Proses pendidikan yang baik adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk kreatif. Itu harus dilakukan sebab pada dasarnya gaya berfikir anak tidak bisa diarahkan.

Pengetahuan tentang psikologi diperlukan oleh dunia pendidikan karena dunia pendidikan menghadapi peserta didik yang unik dilihat dari segi karakteristik perilaku, kepribadian, sikap, minat, motivasi, perhatian, persepsi, daya pikir, inteligensi, fantasi, dan berbagai aspek psikologis lainnya yang berbeda antara peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lainnya. Perbedaan karakteristik psikologis yang dimiliki oleh para peserta didik harus diketahui dan dipahami oleh setiap guru atau instruktur yang berperan sebagai pendidik dan pengajar di kelas, jika ingin proses pembelajarannya berhasil. Dengan memahami karakteristik psikologis yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik. maka para guru di sekolah akan dapat melakukan pembelajaran yang bersifat individual sesuai dengan karakteristik psikologis yang dimiliki oleh peserta siswa. Jadi sifat heterogenitas (tidak sama) suatu kelas perlu menjadi perhatian utama bagi guru. Selain pembelajaran yang bersifat individual, guru perlu juga melakukan pembelajaran secara kelompok jika karakteristik psikologis peserta didik yang ada di suatu kelas dianggap relatif sama (homogen).

Dalam proses pembelajaran di kelas guru sering menghadapi peserta didik yang mengalami gangguan perhatian sehingga peserta didik tersebut kurang dapat memusatkan perhatiannya dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Akibatnya peserta didik tersebut kurang dapat mengetahui dan memahami materi pelajaran yang diajarkan oleh guru dan memperoleh prestasi belajar rendah. Gejala gangguan perhatian sebagai faktor psikologis yang dialami peserta didik di kelas harus diketahui dan dipahami oleh guru sebagai pengajar dan pendidik di kelas untuk mencegah dan mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Adapun upaya yang dapat dilakukan oleh guru di kelas dalam mencegah dan mengatasi masalah gangguan perhatian yang dialami oleh peserta didik di kelas ialah guru sebaiknya menerapkan metode dan strategi pembelajaran yang menarik perhatian belajar agar peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran di kelas dengan baik dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran.

 

 

Nama  : Firianti Kartika Hapsari

Kelas   : 1PA13

NPM   : 14514273


Pengembangan Kreativitas dan Keberbakat

MY PASSION

Setiap manusia yang dilahirkan di  dunia ini pasti memiliki sebuah passion atau tertarik pada suatu passion tertentu. Seperti halnya saya, yang dari kecil ingin menjadi seorang dokter. Saya ingin sekali menjadi dokter, dan saya ingin menjadi dokter spesialis yang menangani pasien yang berhubungan dengan masalah jiwa, proses mental serta tingkah laku. Ya semacam menjadi seorang psikiater. Tapi dengan seiring berjalannya waktu keinginan saya untuk menjadi dokter memudar, bukan karena saya pesimis namun karena situasi dan kondisi yang tidak mendukung.
Lalu, saya ingin menjadi seorang ahli gizi. Karena menurut saya menjadi seorang ahli gizi, saya bisa membantu orang lain maupun diri sendiri untuk tau dan memahami bagaimana gizi yang tepat dan sesuai dengan apa yang tubuh butuhkan. Agar gizi yang masuk kedalam tubuh tidak berlebihan atau kekurangan. Namun keinginan saya untuk menjadi ahli gizi memudar ketika saya menemani adik saya untuk berkonsultasi pada seorang Psikiater dan seorang Psikolog.
Saya sangat kagum kepada Psikiater dan Psikolog itu. Saya sangat kagum dengan bagaimana cara mereka melakukan terapi kepada pasiennya. Mereka begitu sabar dan sangat tahu bagaimana cara menangani pasien-pasiennya. Ketika mereka melakukan terapi kepada adik saya yang berkebutuhan khusus mereka sangat sabar. Disaat itulah keinginan saya menjadi seorang Psikiater muncul kembali. Namun karena menjadi seorang Psikiater harus melanjutkan studi kedokteran dulu, sedangkan situasi dan kondisi masih tidak mendukung, akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan study Psikologi agar saya bisa menjadi seorang Psikilog. Kedua orang tua saya mendukung dan merestui saya dengan apa yang saya pilih. Yawalaupun awalnya Ayah saya menginginkan saya untuk menjasi Polisi Wanita (POLWAN) agar bisa mengikuti jejaknya untuk mengabdi pada negara.
Ada beberapa cara yang saya lakukan untuk menjadi seorang Psikolog sesuai dengan keinginan saya. Saya melanjutkan study di sebuah Universitas dengan Prodi S1- Psikologi. Saya belajar dengan sungguh-sungguh dan tekun agar saya bisa menyelesaikan study S1 tepat waktu serta lulus dengan IPK yang sesuai dengan harapan saya. Setelah selesai S1, saya berencana melanjutkan study S2 dan mengambil profesi agar saya bisa menjadi Psikolog. Lulus dengan IPK yang memuaskan. Setelah selesai S2 saya berencana melanjutkan lagi study S3, agar saya dapat menambah ilmu dan pengalaman. Lulus dengan IPK yang memuaskan. Selain mengambil study Psikologi, saya juga sering mengikuti seminar  yang berhubungan dengan Psikologi agar saya mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang tidak didapatkandidalam kelas. Selain itu saya senantiasa beribadah dan berdoa kepada Allh SWT agar saya  diberi kelancaran dan kemudahan agar saya dapat mewujudkan apa yang saya inginkan. Selain itu saya meminta ridho dan restu dari orang tua saya. Karena saya yakin Allah akan meridhoi dan merestui apa yang saya inginkan apabila orang tua saya merestui dan meridhoinya.
Selain itu, saya yakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Apabila kita menginginkan sesuatu dan kita berusaha dengan sungguh-sungguh kita pasti mendapatkannya. Karena hasil akan sesuai dengan bagaimana usaha yang kita lakukan.

Nama  : Firianti Kartika Hapsari

Kelas   : 1PA13

NPM   : 14514273



Anggota :
 - Fashya Syafitri
- Kurnia Putri
- Linassichah Zulfah
- Mellyza Dwi

https://m.youtube.com/watch?v=wm6efgrCv-I