Psikologi Pendidikan
Kondisi
Pendidikan di Indonesia di Tinjau dari Segi Psikologis
Pendidikan mempunyai pengertian
yaitu proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam
usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses
perbuatan, cara mendidik. Ki Hajar Dewantara, sebagai Tokoh Pendidikan Nasional
Indonesia, peletak dasar yang kuat pendidkan nasional yang progresif untuk
generasi sekarang dan generasi yang akan datang merumuskan pengertian
pendidikan sebagai berikut: Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk
memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran
(intelektual dan tubuh anak); dalam Taman Siswa tidak boleh dipisahkan
bagian-bagian itu agar supaya kita memajukan kesempurnaan hidup, kehidupan,
kehidupan dan penghidupan anak-anak yang kita didik, selaras dengan dunianya
(Ki Hajar Dewantara, 1977:14).
Pendidikan merupakan proses yang
terus menerus, tidak berhenti. Kondisi pendidikan Indonesia saat ini sedang
dalam kondisi gawat darurat. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan
Indonesia menunjukkan hasil buruk. Indonesia masuk dalam peringkat 40 dari 40
negara, pada pemetaan kualitas pendidikan, menurut lembaga The Learning Curve. Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan
di Indonesia adalah karena nilai rata-rata kompetensi guru di Indonesia hanya
44,5. Padahal, nilai standar kompetensi guru adalah 75. Serta lemahnya para
guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik sering kali memaksakan
kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki
siswanya.
Kelemahan para pendidik kita,
mereka tidak pernah menggali masalah dan potensi para siswa. Pendidikan
seharusnya memperhatikan kebutuhan anak bukan malah memaksakan sesuatu yang
membuat anak kurang nyaman dalam menuntut ilmu. Proses pendidikan yang baik
adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk kreatif. Itu harus
dilakukan sebab pada dasarnya gaya berfikir anak tidak bisa diarahkan.
Pengetahuan tentang psikologi
diperlukan oleh dunia pendidikan karena dunia pendidikan menghadapi peserta
didik yang unik dilihat dari segi karakteristik perilaku, kepribadian, sikap,
minat, motivasi, perhatian, persepsi, daya pikir, inteligensi, fantasi, dan
berbagai aspek psikologis lainnya yang berbeda antara peserta didik yang satu
dengan peserta didik yang lainnya. Perbedaan karakteristik psikologis yang
dimiliki oleh para peserta didik harus diketahui dan dipahami oleh setiap guru
atau instruktur yang berperan sebagai pendidik dan pengajar di kelas, jika
ingin proses pembelajarannya berhasil. Dengan memahami karakteristik psikologis
yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik. maka para guru di sekolah akan dapat
melakukan pembelajaran yang bersifat individual sesuai dengan karakteristik
psikologis yang dimiliki oleh peserta siswa. Jadi sifat heterogenitas (tidak
sama) suatu kelas perlu menjadi perhatian utama bagi guru. Selain pembelajaran
yang bersifat individual, guru perlu juga melakukan pembelajaran secara
kelompok jika karakteristik psikologis peserta didik yang ada di suatu kelas
dianggap relatif sama (homogen).
Dalam proses pembelajaran di
kelas guru sering menghadapi peserta didik yang mengalami gangguan perhatian
sehingga peserta didik tersebut kurang dapat memusatkan perhatiannya dalam
mengikuti proses pembelajaran di kelas. Akibatnya peserta didik tersebut kurang
dapat mengetahui dan memahami materi pelajaran yang diajarkan oleh guru dan
memperoleh prestasi belajar rendah. Gejala gangguan perhatian sebagai faktor
psikologis yang dialami peserta didik di kelas harus diketahui dan dipahami
oleh guru sebagai pengajar dan pendidik di kelas untuk mencegah dan mengatasi
kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik dalam mengikuti proses
pembelajaran di kelas. Adapun upaya yang dapat dilakukan oleh guru di kelas
dalam mencegah dan mengatasi masalah gangguan perhatian yang dialami oleh
peserta didik di kelas ialah guru sebaiknya menerapkan metode dan strategi
pembelajaran yang menarik perhatian belajar agar peserta didik dapat mengikuti
proses pembelajaran di kelas dengan baik dari awal pembelajaran sampai akhir
pembelajaran.
Nama : Firianti Kartika Hapsari
Kelas : 1PA13
NPM : 14514273
Tidak ada komentar:
Posting Komentar