I.
Pengantar
Biopsikologi
Biopsikologi merupakan salah satu cabang ilmu syaraf.
A. Macam-macam
istilah biopsikologi :
1.
Psychobiology
2.
Behavioral Biology
3.
Behavioral Neuroscience
Menurut Pinel (2009), Ia menyebutnya dengan istilah
biopsikologi karena menunjukkan pendekatan biologis pada studi tentang
psikologi dan bukan sebaliknya, pendekatan psikologis pada studi tentang pelaku.
Jadi biopsikologi adalah ilmu yang membahas
tentang keterkaitan antara aspek biologis dan psikologis yang dalam hal ini
secara khusus berobjek pada manusia.
Psikologi terdiri dari 2 kata yaitu Psyche = Jiwa dan Logos
= Ilmu -> ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan proses mentalnya.
Menurut D.O Hebb tahun 1949 dalam bukunya
“The Organization of Behavior” bahwa awal munculnya ilmu biopsikologi membahas
fenomena kompleks yang terjadi pada manusia. Ilmu
biologi dan psikologi mengkaji ospek yang sama yaitu manusia.
II.
Sel
sebagai Dasar Kehidupan
Dalam biologi, sel adalah kumpulan materi paling
sederhana yang dapat hidup dan merupakan unit penyusun semua makhluk
hidup. Sel mampu melakukan semua aktivitas kehidupan dan sebagian besar reaksi
kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung di dalam sel.
A. Definisi sel antara lain sebagai berikut :
1.
Sel merupakan
kesatuan struktural suatu makhluk hidup
2.
Sel merupakan
kesatuan fungsional dari kehidupan
3.
Sel merupakan
kesatuan pertumbuhan makhluk hidup
4.
Sel merupakan
kesatuan hereditas
B. Sifat Dasar Sel
1.
Hidup
2.
Sel sangat kompleks
dan terorganisasi
3.
Sel mempunyai tata
letak organel yang konsisten dan bentuknya pun konsisten
4.
Sel memiliki program
genetik
5.
Organisme terbentuk
berdasarkan informasi yang dikode oleh gen.
6.
Sel mempunyai
kemampuan untuk memperbanyak diri
7.
Sel dihasilkan dari
pembelahan
8.
Sel memerlukan dan
menggunakan energi
9.
Sel melakukan
berbagai reaksi kimia
10.
Keseluruhan reaksi
kimia yang terjadi di dalam sel mewakili metabolisme sel tersebut.
11.
Sel melakukan
berbagai aktivitas mekanik
12.
Materi di transport
dari satu tempat ke tempat lain, struktur dibangun dan secara cepat dibongkar.
13.
Sel mampu memberikan
respon terhadap stimulan
14.
Sebagian besar sel
memiliki reseptor yang dapat berinteraksi dengan substansi lingkungan dengan
cara yang sangat spesifik.
15.
Sel mampu mengatur
dirinya sendiri
III.
Sel Prokariotik dan Sel
Eukariotik

A.
Sel
Prokariotik
Sel prokariotik yaitu sel yang tidak memiliki membran inti. Makhluk
hidup uniseluler termasuk golongan sel prokariotik, contoh bakteri (Bacteria)
dan sianobakteri (Cyanobacteria). Struktur sel prokariotik sebagai berikut.
1.
Dinding
sel tersusun dari
peptidoglikan, lipid, dan protein. Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan
pemberi bentuk tubuh.
2.
Membran
plasma tersusun dari
molekul lipid atau protein. Membran plasma berfungsi sebagai pelindung
molekuler sel terhadap lingkungan di sekitarnya.
3.
Sitoplasma tersusun dari air, protein, lipid, mineral,
dan enzim-enzim. Enzim-enzim untuk mencerna makanan secara intraseluler dan
untuk melakukan proses metabolisme sel.
4.
Mesosom berfungsi sebagai penghasil
energi. Pada membran mesosom terdapat enzim-enzim pernapasan yang berperan
dalam reaksi-reaksi oksidasi untuk menghasilkan energi.
5.
Ribosom berfungsi sebagai tempat berlangsungnya
sintesis protein.
6.
DNA tersusun dari gula deoksiribosa,
fosfat, dan basabasa nitrogen. DNA berfungsi sebagai pembawa informasi genetik
yaitu sifat-sifat yang harus diwariskan kepada keturunannya.
7.
RNA merupakan persenyawaan hasil
transkripsi DNA. RNA berfungsi membuat kode-kode genetik sesuai pesanan DNA,
kemudian akan diterjemahkan dalam bentuk urutan asam amino dalam proses
sintesis protein.
B. Sel
Eukariotik
Sel eukariotik yaitu sel yang memiliki membran inti dan sistem
endomembran. Sistem endomembran yaitu organelorganel bermembran seperti
retikulum endoplasma, kompleks Golgi, mitokondria, dan lisosom. Sel hewan dan
sel tumbuhan tergolong sel eukariotik. Struktur sel eukariotik terdiri atas
tiga komponen utama yaitu membran plasma, sitoplasma, dan organel-organel sel.
1.
Membran plasma
merupakan bagian terluar sel yang melindungi protoplasma. Membran plasma
bersifat selektif permeabel, artinya hanya dapat dilalui molekul-molekul
tertentu seperti glukosa, asam amino, gliserol, dan berbagai ion. Membran
plasma berfungsi melindungi isi sel, mengatur ke luar masuknya berbagai zat,
dan sebagai tempat reaksi respirasi dan oksidasi.
Membran plasma terdiri atas lapisan protein dan lapisan lipid (lipoprotein).
Lapisan lipid disusun oleh fosfolipid, glikolipid, dan sterol. Lapisan protein
membran sel terdiri atas glikoprotein. Lapisan protein membentuk dua macam
lapisan yaitu lapisan protein perifer dan integral.
2.
Sitoplasma
adalah cairan sel yang berada di luar membran inti. Komponen utama penyusun sitoplasma
sebagai berikut.
a.
Cairan seperti gel
yang disebut sitosol.
b.
Substansi genetik
simpanan dalam sitoplasma.
c.
Sitoskeleton yang
berfungsi sebagai kerangka sel.
d.
Organel-organel sel.
3.
Inti Sel (Nukleus) merupakan organel terbesar yang berada dalam sel dengan
diameter sekitar 10 µm. Nukleus berfungsi sebagai pengatur pembelahan sel,
pengendali seluruh kegiatan sel, dan pembawa informasi genetik.
4.
Retikulum Endoplasma (RE) merupakan jaringan yang tersusun oleh membran yang
berbentuk seperti jala. Terdapat dua tipe retikulum endoplasma yaitu RE kasar
dan RE halus. RE kasar adalah RE yang ditempeli ribosom dan tampak
berbintil-bintil. RE halus adalah RE yang tidak ditempeli ribosom. RE memiliki
beberapa fungsi berikut.
a.
Mensintesis lemak
dan kolesterol (RE kasar dan RE halus).
b.
Menampung protein
yang disintesis oleh ribosom (RE kasar)
c.
Transportasi
molekul-molekul (RE kasar dan RE halus).
d.
Menetralkan racun
(detoksifikasi).
5.
Ribosom. Pada permukaan dalam membran retikulum endoplasma sel
eukariotik tersebar organel-organel. Salah satu organel tersebut adalah
ribosom. Ribosom berperan penting dalam proses pembentukan protein. Pada sel
yang aktif, terdapat ribosom dalam yang banyak. Selain di RE, ribosom banyak
terdapat juga di anak inti (nukleolus).
6.
Kompleks
Golgi/ Badan Golgi tersebar dalam
sitoplasma dan merupakan salah satu komponen terbesar dalam sel. Kompleks Golgi
mempunyai hubungan yang erat dengan RE dalam sintesis protein. Selain itu,
kompleks Golgi juga mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut.
a.
Tempat sintesis
polisakarida seperti mukus, selulosa, hemiselulosa, dan pectin
b.
Membentuk membran
plasma.
c.
Membentuk kantong
sekresi untuk membungkus zat yang akan dikeluarkan sel.
d.
Membentuk akrosom
pada sperma, kuning telur pada sel telur, dan lisosom.
7.
Mitokondria memiliki dua jenis membran yaitu membran luar dan
membran dalam. Kedua membran ini bersifat kuat, fleksibel, stabil, dan tersusun
dari lipoprotein. Membran dalam membentuk tonjolan-tonjolan yang disebut
krista. Tonjolan-tonjolan tersebut berfungsi untuk memperluas permukaan agar
penyerapan oksigen lebih efektif.
C.
Perbedaan sel prokariotik dan eukariotik
Nama : Firianti Kartika Hapsari
Kelas : 1 PA 13
NPM :
14514273

